![]() |
| Cara nyaman tidur di warung kopi |
Seorang kawan
satu organisasi mengirim foto di grup alumni. Dalam hitungan detik foto itu
menggiring memori saya menuju masa tiga tahun silam. Masa dimana tempat tidur
bukan hanya monopoli kos-kosan. Di foto itu terdapat seorang mahasiswa gondrong
berbaring di pojok warung kopi sambil mengenakan helm dan kacamata. Yup, manusia
dalam foto itu adalah saya.
Di rentang tahun
2015-2016, warung kopi adalah kos kedua saya. Di tempat ini, segala aktifitas
domestik saya terpenuhi. Mulai dari mandi, berak, makan, minum bahkan tidur.
Maka tidaklah heran jika hampir semua karyawan dan pelanggan warung kopi
mengenali saya. Para karyawan juga sudah hafal dengan kebiasaan saya. Jika jam
menunjukkan warung harus tutup dan saya masih bertahan di situ, itu berarti
saya akan bermalam. Lampu-lampu dipadamkan. Tinggal saya seorang diri terbaring
beralaskan tas berisi buku-buku.

