Wednesday, 24 May 2017

Ngeblog Lagi


Kali ini saya ingin sowan ke blog ini.

Silaturrahmi itu banyak macamnya dan tidak melulu ke kawan atau kerabat lama. Silaturahmi juga bisa dilakukan dengan cara menyapa blog ini dengan tulisan seperti ini, seperti yang sedang kamu baca ini. Entah ada angin apa, saya terbesit untuk mengutus deretan coretan pada blog yang sudah hampir dua bulan tidak ada kunjungi ini. Saya khawatir, semakin lama jika jarang didatangi blog ini jadi sarang perkumpulan para penyamun untuk mendapat mangsa atau jadi tempat mesum para kaum ngacengan. Astagfirullah. 

Ya, bagi saya blog ini tak ubahnya rumah sendiri. Rumah yang sudah hampir tiga tahun saya huni. Seperti kebanyakan rumah pada umumnya jika jarang disambangi dan dibersihkan pasti akan menjadi sarang hantu atau jadi wadah kegiatan yang tidak-tidak. Untuk mencegah hal itu terjadi, saya selaku pemilik rumah kali ini ingin mengecek kondisi perabotan dan properti di dalamnya. Alhamdulillah kondisinya masih layak pakai. 

Bertandang kembali ke blog ini mengajak saya memutar kembali memori tiga tahun silam. Memori yang mengingatkan saya mengenai maksud dan tujuan membuat blog ini. Saya masih ingat betul, blog ini saya buat di awal tahun 2014 sebagai wadah untuk menampung segala jenis coretan yang saya tulis. Hitung-hitung sebagai tempat mengembangkan minat menulis juga. Maklum waktu itu saya sedang giat-giatnya berproses di Pers Mahasiswa.

Monday, 20 March 2017

Kemana Kita Setelah Mati?



 Kehidupan setelah mati adalah misteri semua makhluk hidup, terutama manusia. Tidak ada yang bisa menjelaskan secara pasti bagaimana rupa kehidupan setelah kematian. Kebudayaan boleh saja berubah, teknologi boleh saja maju, pendidikan boleh saja pesat. Tapi, dari sekian generasi dan era, tidak ada satu pun alat yang bisa menerka seperti apa kehidupan setelah mati.

Untuk saat ini kita bisa saja bertolak pada agama. Hampir setiap agama punya penjelasan kehidupan pasca mati. Kita ambil contoh agama Islam. Islam secara komperehensif menyebutkan adanya akherat sebagai tambatan manusia setelah dikuburkan. Di akherat inilah nasib manusia ditentukan: surga atau neraka. Namun, kehidupan setelah mati yang Islam jabarkan belum bisa dibuktikan secara riil, sebab kita sedang berbicara dalam konteks filosofis. 

Sebagai umat beragama, kita patut meyakini seperti yang Islam telah gariskan. Namun, tidak bisa berhenti sampai di situ. Pencarian kebenaran mengenai hidup setelah mati harus terus diupayakan untuk mengetahuinya. Saat ini, sumber yang paling memungkinkan untuk mengetahui kehidupan pasca kematian adalah pengalaman orang-orang yang mati suri. Saya rasa sudah banyak orang yang mengalami mati suri: orang yang telah didiagnosa mati namun kembali hidup selang beberapa waktu. 

Wednesday, 15 February 2017

Mami: Pahlawan Perut Mahasiswa

Kemarin pagi kabar lelayu itu datang. Mami, ibu kantin di samping gedung ITC itu berpulang pada Kamis dini hari. Penyebabnya karena serangan jantung. Saya, beserta mahasiswa langganan yang lain, tidak bisa menyembunyikan rasa sedih dan kaget. Padahal dua hari lalu, Mami masih tampak sehat seperti biasa dan masih berjualan meski sedang libur semester.
Dua hari terakhir, warung Mami memang tidak beroperasi. Tidak seperti biasa memang. Setahu saya warungnya hanya tutup di tanggal merah. Mahasiswa yang sedari pagi biasanya sudah nongkrong di sana juga terlihat sepi. Ternyata dua hari terakhir Mami sedang berjuang melawan sakit. Sakit yang selama ini tidak pernah ia tunjukkan kepada anak-anaknya (mahasiswa). Pembawaaanya yang ceria membuat saya berpikir Mami sedang baik-baik saja.
Selama tiga setengah tahun berada di ITC (lokasi beskem Poros) selama itu juga saya mengenal Mami. Mulanya saya tidak tahu nama aslinya, mahasiswa biasa memanggilanya Mami, saya ikut-ikutan panggil Mami. Baru kemarin, ketika melayat dan mengikuti proses pemakaman saya baru tahu nama asli Mami ternyata adalah Jumanah. Mahasiswa yang selama bertahun-tahun makan, minum dan ngutang di warungnya juga baru tahu.

Thursday, 26 January 2017

10 Tempat Liburan Alternatif Versi Saya yang Harus Kamu Kunjungi



Diambil dari Google


Kamu mungkin pernah mengalami percakapan di bawah ini dalam sebuah grup Sosmed:

“Guys mumpung lagi libur minggu depan kita jalan-jalan, yuk?”

“Yuk yuk, kemana?”

“Ke pantai gimana?”

“Gausah kejauhan!”

“Terus kemana, dong?”

“Ngecamp aja di gunung.”

“Aku gak bisa keluar malam.”

“Ke bukit bintang, aja.”

“Udah sering”

“Bosen.”

Hening. Tidak jadi jalan-jalan.

Merencanakan liburan dengan sekelompok orang memang gampang- gampang susah. Kalau kamu lagi beruntung, ajakanmu bisa dengan cepat direspon dan terlaksana. Tapi, kalau lagi apes ajakanmu bisa mental. Itu nyakit banget, lebih sakit dari ditolak gebetan yang udah dua bulan dibidik. Perih vroooh.

Monday, 23 January 2017

Lauren Bacall Mengajari Humphrey Bogart Bersiul

Diambil dari Google

Di usia 19 tahun, Lauren Bacall telah mewujudkan semua mimpi gadis berdarah merah Amerika: Humphrey Bogart berdiri hanya beberapa inci di depannya, menunggunya berbicara.
 
Mereka sedang memerankan adegan penting dalam drama perang berjudul “To Have and Have Not” yang disutradarai oleh Howard Hawks tahun 1944. Kepala Bacall gemetar, begitu juga dengan tangan dan rokok yang dipegangnya. Padahal gemetar tidak ada dalam skrip.

Bacall lalu memnundukkan kepalanya sampai dagunya hampir menyentuh dada. Hal itu dia lakukan untuk menghilangkan rasa gugup. 

Pada saat itulah “penampil” ini lahir – salah satu legenda artis bersuara seksi dan menjadi trendsetter bagi generasinya.

Bacall, ikon Hollywood yang mengajari Bogart bersiul dalam film itu telah membawanya ke puncak karir dan membuat “Bogie and Bacall” menjadi salah satu pasangan film paling terkenal di dunia. Bacall meninggal pada hari Selasa (12 Agustus 2016), di New York, dia hidup selama beberapa dekade. Dia tutup usia di umur 89 tahun.

Saturday, 21 January 2017

Marilyn Monroe Mati Karena Overdosis Obat, Benarkah?




Diambil dari Google
Marilyn Monroe, artis cantik yang gagal menemukan kebahagiaan sebagai bintang Hollywood, ditemukan tak bernyawa di kamarnya disebabkan overdosis mengkonsumsi obat.


The Blond, julukan Monroe (36), ditemukan terkapar tanpa busana di kasurnya dan terlihat menggenggam telepon ketika psikiater masuk dengan mendobrak pintu kamarnya pukul tiga dini hari.


Dia diduga telah meninggal sekitar enam atau delapan jam yang lalu.


Berdasar keterangan polisi, pada pukul lima sore Monroe menghubungi psikiater, Dr. Ralph Greenson, dan bilang ingin jalan-jalan karena mengeluh susah tidur.


Jasad Monroe kemudian dilarikan ke rumah sakit County Morgue untuk diautopsi. Setelah dibawa kesana, Coroner Theodore J. Curphey baru bisa memberikan kepastian penyebab kematian Monroe karena overdosis mengkonsumsi obat.

Thursday, 19 January 2017

Inikah Senjakala Pers Mahasiswa?



Kejayaan media cetak sedang meredup. Kira-kira itulah yang dapat disimpulkan dari tulisan Bre Redana pada penghujung 2015 lalu. Tulisan yang berjudul Inikah Senjakala Kami? Itu sempat mengejutkan para pemerhati media. Tulisan yang dimuat di Harian Kompas edisi 28 Desember 2015 itu dianggap telah menebar aura pesismisme. Pasalnya, Bre menulis media cetak sudah tidak mampu bersaing di tengah banjirnya informasi yang ditawarkan media online.  


Apa yang ditulis Bre Redana merupakan refleksi atas merosotnya jumlah pembaca terhadap media cetak. Beberapa bulan sebelum tulisan itu dimuat, terdapat beberapa media cetak yang sudah gulung tikar, seperti The Jakarta Globe (9/2015), Harian Bola (10/2015), Soccer (10/2015), Sinar Harapan (1/2016) dan  Koran Tempo yang menggabungkan edisi Minggu dengan Sabtu karena sedikitnya pembaca di eidisi Minggu. 


Apa yang menimpa media cetak tahun lalu cukup kuat untuk mendukung gagasan Bre. Bre menulis, kejayaan media cetak seperti koran, majalah, buku yang mendasari terbentuknya peradaban manusia tinggalah kenangan. Semua yang berbau printed text kini sudah memiliki versi onlinenya, termasuk jurnalisme.