Thursday, 10 March 2016

Terima Kasih

Di suatu sore yang gerimis, saat dimana pinggiran jalan mulai ramai oleh pengendara yang berteduh atau untuk sekedar berhenti mengenakan jas hujan, saya terdiam. Pikiran saya mulai mencerna sesuatu yang tidak lazim. Pikiran ini sulit saya jabarkan, mungkin sama sulitnya ketika disuruh menjelaskan nikmatnya makan setelah tiga hari tidak menelan apapun. Pikiran seperti ini memang kerap datang, biasanya saat isi otak dan hati tidak akur.

Sore itu saya sedang berteduh bersama sejumlah orang. Dalam diam saya mencoba memperhatikan sekitar. Di kanan saya berdiri dua ibu yang satunya menggendong anak. Dan sebelah kiri duduk seorang bapak di atas jok motor menghisap rokok yang brewoknya masya allahuakbar. Dan di posisi pojok paling kanan, tampak dua muda-mudi tak berperasaan bergandeng tangan.

Sepelemparan koran dari emperan toko tempat saya berteduh. Tampak pria dan wanita paruh baya berjalan beriringan. Wanita di depan dan si pria menuntunya dari belakang. Sesekali tampak mulut si pria berkata pada wanita. Benar saja, kali ini si pria meminta agar orang yang dituntunya memelankan langkah karena jalan yang dilaluinya banyak lubang.

Saturday, 20 February 2016

Waspada PHO

Tulisan ini sebenarnya tidak bermaksud menakuti kesehatan apalagi sampai mengancam nyawa anda. Wabah ini mungkin tidak mengerikan seperti virus Zika. Tapi apabila salah satu dari anda terjangkit virus ini. Maka hanya ada satu kata: Sabar!

PHO adalah singkatan dari Perusak Hubungan Orang. Ini adalah sebuah wadah perkumpulan orang-orang tuna asmara. Saat ini anggotanya telah mencapai 7 orang. Sedikit memang, tapi mereka tidak segan untuk merecoki hubungan asmara anda. Saya tidak akan menyebutkan nama setiap personelnya (apalah arti sebuah nama). Saya hanya akan memaparkan ciri-ciri dan cara kerja mereka.

PHO ini terbentuk berdasarkan kesamaan nasib anggotanya, Jomblo. Perempuan-perempuan yang tergabung di dalamnya jomblo bukan karena tidak laku. Melainkan mereka terlalu pilih-pilih. Alhasil, satu per satu pria yang mendekat berguguran.

Tuesday, 2 February 2016

Robohnya Citra Hantu Kami

Berawal dari sebuah diskusi mingguan di jagad maya saya jadi tertarik menulis ini. Diskusi tersebut mengangkat tema berbeda tiap minggunya, kebetulan -Meski tidak kebetulan-kebetulan amat dan saya tidak paham apa yang harus dibetulkan- kali ini tema yang mengemuka adalah Hantu.

Semua orang pasti mafhum jika mendengar kata Hantu. Semua akan manggut tanda sepakat bahwa makhluk tersebut adalah gaib. Namun yang menarik adalah reaksi dari orang yang mendengarnya. Ada yang hanya mengernyitkan alis tanda 'njok ngopo', ada yang pasang muka mesum, eh salah, masam, hingga ada yang lari tunggang langgang tunggang Honda.

Saturday, 16 January 2016

Hanya Ingin Menulis Saja

 
    Seperti judul. Kali ini saya tak ingin membahas apapun, mengomentari apalagi mencaci siapapun. Saya hanya ingin corat-coret saja. Toh, di dunia ini tidak ada yang sempurna. Semua memiliki celah. Bukankah hidup seperti kertas kosong yang siap dicoreti apapun? Itulah yang akan saya lakukan pada blog ini. Untuk bagus tidaknya, biarkan nanti sejarah yang menilai.

     "Ide yang baik adalah ide yang ditulis, bukan yang dipikirkan." Itu adalah quote versi saya yang disadur dari quotenya Bob Sadino, "Bisnis yang bagus adalah bisnis yang dijalankan, bukan yang dipikirkan." Haha. Kurang lebih seperti itu.

Monday, 28 December 2015

Genteng Punya Cerita

Tidak seperti biasa, di Desember yang becek ini langit terlihat bersih, lengkap dengan gugusan bintang dan cahaya  bulan. Padahal pada malam-malam sebelumnya langit tampak murung dan pekat.

Dari atas genteng kontrakan, setelah dua jam menyuntuki gawai, buka sana-buka sini, baca sana-baca sini. Akhirnya saya memutuskan tuk sejenak mengistirahatkan mata. Tetiba mata saya tertegun setelah mendongak ke langit. Apa yang saya lihat merupakan sesuatu yang langka, jangan terjadi pada musim seperti ini. Langit terlihat indah dengan kemerlip bintang dan pantulan sinar bulan yang menyinari tali jemuran. Persis seperti pemandangan yang saya gambar saat kelas 5 SD silam.

Saturday, 26 December 2015

Gadget Bikin Ribet


Sebenarnya saya lebih suka menyebut telepon pintar itu dengan sebutan Gawai, bukan gadget seperti orang kebanyakan. Selain karena penyebutannya rumit (gejet atau gatget), saya juga cenderung cinta bahasa Indonesia, sih. Ya meskipun jurusan saya Sastra Inggris.  Selingkuh sesekali tak apakan? Hidup kok lurus terus. Haha.

Sunday, 20 December 2015

Angkringan dan Masa Depannya



Hasil gambar untuk angkringan
   Semua yang hidup pasti butuh makan, tak terkecuali manusia. Oleh karena itu, bisnis yang paling menggiurkan untuk dikelola adalah kuliner. Alasanya itu tadi, semua orang butuh makan. Mulai dari dedek-dedek gemes penggemar K-POP hingga Setnov yang beberapa waktu lalu mengundurkan diri juga bergantung dengan aktifitas satu ini. Bagaimana tidak, dalam pernikahan anaknya yang nauzubillah masya allah megah itu juga tersaji bejibun makanan. “Turah-turah men” kata Poltak seusai menghadiri acara. Lagi-lagi yang diuntungkan adalah pengusaha catering dalam acara itu,pengusaha kuliner. Bayangkan berapa banyak jenis makanan tersedia, Apetizzer, main course, hingga dessert. Bayangkan berapa anggaran negara biaya yang dihabiskan.