Saturday, 20 February 2016

Waspada PHO

Tulisan ini sebenarnya tidak bermaksud menakuti kesehatan apalagi sampai mengancam nyawa anda. Wabah ini mungkin tidak mengerikan seperti virus Zika. Tapi apabila salah satu dari anda terjangkit virus ini. Maka hanya ada satu kata: Sabar!

PHO adalah singkatan dari Perusak Hubungan Orang. Ini adalah sebuah wadah perkumpulan orang-orang tuna asmara. Saat ini anggotanya telah mencapai 7 orang. Sedikit memang, tapi mereka tidak segan untuk merecoki hubungan asmara anda. Saya tidak akan menyebutkan nama setiap personelnya (apalah arti sebuah nama). Saya hanya akan memaparkan ciri-ciri dan cara kerja mereka.

PHO ini terbentuk berdasarkan kesamaan nasib anggotanya, Jomblo. Perempuan-perempuan yang tergabung di dalamnya jomblo bukan karena tidak laku. Melainkan mereka terlalu pilih-pilih. Alhasil, satu per satu pria yang mendekat berguguran.

Tuesday, 2 February 2016

Robohnya Citra Hantu Kami

Berawal dari sebuah diskusi mingguan di jagad maya saya jadi tertarik menulis ini. Diskusi tersebut mengangkat tema berbeda tiap minggunya, kebetulan -Meski tidak kebetulan-kebetulan amat dan saya tidak paham apa yang harus dibetulkan- kali ini tema yang mengemuka adalah Hantu.

Semua orang pasti mafhum jika mendengar kata Hantu. Semua akan manggut tanda sepakat bahwa makhluk tersebut adalah gaib. Namun yang menarik adalah reaksi dari orang yang mendengarnya. Ada yang hanya mengernyitkan alis tanda 'njok ngopo', ada yang pasang muka mesum, eh salah, masam, hingga ada yang lari tunggang langgang tunggang Honda.

Saturday, 16 January 2016

Hanya Ingin Menulis Saja

 
    Seperti judul. Kali ini saya tak ingin membahas apapun, mengomentari apalagi mencaci siapapun. Saya hanya ingin corat-coret saja. Toh, di dunia ini tidak ada yang sempurna. Semua memiliki celah. Bukankah hidup seperti kertas kosong yang siap dicoreti apapun? Itulah yang akan saya lakukan pada blog ini. Untuk bagus tidaknya, biarkan nanti sejarah yang menilai.

     "Ide yang baik adalah ide yang ditulis, bukan yang dipikirkan." Itu adalah quote versi saya yang disadur dari quotenya Bob Sadino, "Bisnis yang bagus adalah bisnis yang dijalankan, bukan yang dipikirkan." Haha. Kurang lebih seperti itu.

Monday, 28 December 2015

Genteng Punya Cerita

Tidak seperti biasa, di Desember yang becek ini langit terlihat bersih, lengkap dengan gugusan bintang dan cahaya  bulan. Padahal pada malam-malam sebelumnya langit tampak murung dan pekat.

Dari atas genteng kontrakan, setelah dua jam menyuntuki gawai, buka sana-buka sini, baca sana-baca sini. Akhirnya saya memutuskan tuk sejenak mengistirahatkan mata. Tetiba mata saya tertegun setelah mendongak ke langit. Apa yang saya lihat merupakan sesuatu yang langka, jangan terjadi pada musim seperti ini. Langit terlihat indah dengan kemerlip bintang dan pantulan sinar bulan yang menyinari tali jemuran. Persis seperti pemandangan yang saya gambar saat kelas 5 SD silam.

Saturday, 26 December 2015

Gadget Bikin Ribet


Sebenarnya saya lebih suka menyebut telepon pintar itu dengan sebutan Gawai, bukan gadget seperti orang kebanyakan. Selain karena penyebutannya rumit (gejet atau gatget), saya juga cenderung cinta bahasa Indonesia, sih. Ya meskipun jurusan saya Sastra Inggris.  Selingkuh sesekali tak apakan? Hidup kok lurus terus. Haha.

Sunday, 20 December 2015

Angkringan dan Masa Depannya



Hasil gambar untuk angkringan
   Semua yang hidup pasti butuh makan, tak terkecuali manusia. Oleh karena itu, bisnis yang paling menggiurkan untuk dikelola adalah kuliner. Alasanya itu tadi, semua orang butuh makan. Mulai dari dedek-dedek gemes penggemar K-POP hingga Setnov yang beberapa waktu lalu mengundurkan diri juga bergantung dengan aktifitas satu ini. Bagaimana tidak, dalam pernikahan anaknya yang nauzubillah masya allah megah itu juga tersaji bejibun makanan. “Turah-turah men” kata Poltak seusai menghadiri acara. Lagi-lagi yang diuntungkan adalah pengusaha catering dalam acara itu,pengusaha kuliner. Bayangkan berapa banyak jenis makanan tersedia, Apetizzer, main course, hingga dessert. Bayangkan berapa anggaran negara biaya yang dihabiskan.

Tuesday, 23 June 2015

Kampus Tidak Ramah Kidal

Sejak awal menginjakan kaki di kampus 2013 lalu, saya sudah mencium glagat tidak baik dari dunia yang bernama kampus ini. Waktu mengisi formulir pendaftaran petugasnya memandang sinis ke arah saya, sorotan matanya tajam seperti lampu sorot di pasar malam, bahkan mata najwa pun lewat. Dalam hati mungkin dia bergumam "Ini salah satu perbuatan setan". Konon katanya, orang yang over teguh memegang hadis akan berkata seperti itu. Ya, kampus tempat saya belajar saat ini kampus milik yang katanya.ormas islam. Yang dimana katanya ajaran Al-quran dan Sunnah berdiri tegak.

Singkat cerita, setelah mengikuti masa orientasi yang sangat menjemukkan. Kini tibalah pada saat yang berbahagia.